SUARA SALIRA | KOTA TASIKMALAYA, JAWA BARAT – Kabar seru buat kamu pecinta tinju! Momo Said Pidal dan Apip Puyuh bakal kembali naik ring dalam event Van Java Boxing yang digelar Minggu, 26 April 2026 di Tasikmalaya.
Laga ini jadi momen yang ditunggu-tunggu. Soalnya, dua nama ini bukan petinju biasa. Mereka adalah legenda yang punya gaya bertarung khas dan penuh pengalaman.
Momo Said Pidal: Masih Garang Di Usia Matang
Ngomongin Momo Said Pidal, pasti langsung kebayang petinju tangguh dengan mental baja. Meski bukan lagi di usia muda, aura petarungnya masih terasa kuat.
“Tinju bukan cuma soal kekuatan pukulan, tapi soal hati. Saya kembali ke ring untuk menunjukkan bahwa semangat pejuang itu tidak pernah padam,” ungkap sumber terdekat sang legenda.
Kehadirannya bukan sekadar nostalgia. Tapi juga bukti kalau semangat juang itu nggak kenal kata habis.

Apip Puyuh: Lincah Dan Sulit Ditebak
Di sisi lain, ada Apip Puyuh yang siap kasih kejutan. Gaya bertarungnya dikenal cepat, gesit, dan sering bikin lawan kesulitan membaca arah serangan.
Dengan teknik seperti itu, pertandingan dipastikan bakal seru dan penuh aksi. Apalagi kalau dua karakter berbeda ini tampil di satu panggung.
Kenapa Event Ini Wajib Kamu Tonton?
Bukan cuma soal siapa menang atau kalah. Ada banyak alasan kenapa event ini layak masuk daftar tontonan kamu:
1. Nostalgia Tinju Klasik
Gaya lama yang penuh teknik bakal terasa lagi di ring.
2. Atmosfer Besar
Event ini didukung konsep modern, jadi nuansanya terasa seperti pertandingan kelas atas.
3. Tasikmalaya Jadi Sorotan
Ajang ini bisa jadi momentum kebangkitan tinju lokal.

Info Singkat Pertandingan
Event Van Java Boxing bakal digelar Minggu, 26 April 2026 di Tasikmalaya, Jawa Barat. Momo Said Pidal dan Apip Puyuh masuk dalam daftar laga utama.
Panitia juga bilang persiapan sudah hampir rampung. Antusiasme penonton pun tinggi sejak info event ini mulai viral di media sosial.
Jadi, siap-siap ya. Tasikmalaya bakal jadi saksi, apakah para legenda ini masih punya pukulan mematikan atau justru akan lahir kejutan baru di ring.
Reporter: Heri Heryanto
Editor: P. Pirmansyah






