SUARA SALIRA
DUKUNG TERUS SUARA SALIRA, DUKUNGAN SAHABAT, SEMANGAT BAGI KAMI. KLIK SAWERIA.CO/SUARASALIRA ---- SUARA SALIRA | 100 PERSEN NOSTALGIA | SIARAN RADIO INTERNET 24 JAM.

H. Wahyu Bersama TNI Polri Siap Reboisasi Gunung Sawal

SUARA SALIRA | KAB. CIAMIS – Sahabat, semangat menjaga alam di Kabupaten Ciamis kembali terasa hangat. Sebuah gerakan reboisasi besar-besaran siap digelar di kawasan Gunung Sawal, tepatnya di wilayah Cikoneng, pada Selasa, 20 Januari 2026 mendatang.

Gerakan hijau ini digagas oleh H. Wahyu, pemilik Durian Kujang Cikoneng, yang merasa terpanggil melihat kondisi lahan di Gunung Sawal yang mulai kehilangan tutupan pohon. Menurutnya, kalau bukan sekarang dijaga, dampaknya bisa dirasakan di kemudian hari.

H. Wahyu menjelaskan, reboisasi ini bukan sekadar menanam pohon lalu selesai. Ada tujuan besar di baliknya, mulai dari menjaga sumber air, mencegah banjir, hingga memberi harapan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Kita ingin Gunung Sawal kembali hijau. Rencananya akan ditanami pohon durian dan tanaman tegakan lain di lahan sekitar 60 hektare. Selain punya nilai ekonomi ke depan, yang paling penting hutan kembali berfungsi sebagai penyangga air,” ujarnya saat meninjau lokasi.

Menariknya, kegiatan ini mendapat dukungan luas dari berbagai pihak. Unsur TNI dan Polri, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, komunitas pecinta alam, hingga warga setempat siap turun langsung ke lapangan.

Beberapa pihak yang terlibat di antaranya Kodim 0613 Ciamis, Polres Ciamis, Polsek Cikoneng, SatBrimob Batalyon D Pelopor Polda Jawa Barat, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, Ormas Pemuda Pancasila MPC Kabupaten Ciamis, serta komunitas peduli lingkungan.

Menurut H. Wahyu, kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama. Ketika semua elemen bersatu, menjaga alam bukan lagi sekadar wacana, tapi aksi nyata.

“Kita ingin menunjukkan bahwa urusan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kalau hutannya terjaga, air aman, banjir bisa dicegah,” tambahnya.

Reboisasi Gunung Sawal ini juga menjadi refleksi atas berbagai bencana banjir yang terjadi di sejumlah daerah. Sahabat, hutan di wilayah hulu seperti Gunung Sawal punya peran besar menjaga keseimbangan alam di wilayah bawah.

Dengan memilih pohon durian sebagai salah satu tanaman utama, diharapkan warga ikut merasa memiliki dan mau merawatnya hingga tumbuh dan berbuah. Alam terjaga, ekonomi pun ikut bergerak.

“Kami mohon doa dan dukungan dari semua Sahabat. Semoga langkah kecil ini membawa manfaat besar, bukan hanya hari ini, tapi juga untuk generasi mendatang. Menanam hari ini, memetik kebaikan di masa depan,” tutup H. Wahyu.

Kontributor/Wartawan: Heri Heryanto