SUARA SALIRA | KOTA TASIKMALAYA — Suasana Car Free Day (CFD) Cilembang, Kota Tasikmalaya, pada Minggu pagi 14 Desember 2025, terasa lebih hidup dari biasanya. Selain dipenuhi warga yang jogging dan jalan santai, perhatian pengunjung juga tertuju pada satu lapak kuliner yang selalu ramai antrean, yaitu Es Durian Sari Legit milik Pak Idat.
Sejak pagi, aroma durian lokal yang khas sudah tercium dari kejauhan. Banyak pengunjung CFD yang awalnya hanya lewat, akhirnya memilih berhenti dan ikut mengantre demi menikmati segarnya es durian legendaris ini.
Es Durian Sari Legit dikenal dengan rasa duriannya yang manis dan legit. Ditambah lagi, harganya sangat bersahabat. Satu porsi es durian dibanderol Rp10.000 saja. Buat yang ingin rasa durian lebih nendang, tersedia juga durian original per kap seharga Rp20.000, lengkap dengan tambahan es.
Naela, warga Pada Kembang, Kecamatan Sukaratu, mengaku sudah jadi pelanggan tetap. Hampir setiap Minggu ia datang bersama keluarga khusus untuk membeli es durian ini.
“Kalau ke CFD rasanya wajib beli. Murah, rasanya enak, manis, dan seger banget. Anak-anak juga suka,” kata Naela sambil membawa beberapa porsi pesanannya.
Pak Idat sendiri mulai berjualan sejak pukul 06.00 hingga 12.00 WIB setiap hari Minggu. Menurutnya, antusiasme pengunjung selalu tinggi, terutama saat cuaca cerah.
“Alhamdulillah, tiap Minggu selalu ramai. Yang penting kualitas durian dan rasa tetap dijaga,” ujarnya santai.
Dari hasil berjualan di CFD Cilembang, Pak Idat mengaku omzet yang didapat cukup menggiurkan untuk ukuran usaha kaki lima. Dalam sekali jualan, omzetnya bisa mencapai Rp5 juta hingga Rp6 juta.
Menariknya, pembeli Es Durian Sari Legit tidak hanya datang dari Tasikmalaya. Banyak juga pengunjung dari luar daerah yang sengaja mampir.
“Ada yang dari Garut, Singaparna, Ciamis, sampai Banjar. Katanya penasaran karena sering dengar ceritanya,” tutur Pak Idat.
Buat kamu yang lagi main ke CFD Cilembang, jangan lupa mampir ke lapak Es Durian Sari Legit Pak Idat. Datang lebih pagi biar kebagian, karena biasanya cepat habis.
Kontributor/Wartawan: Heri Heryanto












