SUARA SALIRA | KAB. TASIKMALAYA – Di Karangnunggal, Tasikmalaya, suasana SPBU lagi ramai dibahas di media sosial. Tepat pada Kamis, 11 Desember 2025, keluhan soal antrean panjang BBM kembali mencuat setelah seorang warga nekat curhat lewat video dan diunggahnya ke Facebook dan TikTok. Bukan cuma soal lamanya antrean, tapi ada drama lain yang ikut muncul setelah videonya viral.
Antre Lama, Kondisi Badan Nggak Mendukung
Warga yang vokal itu adalah Andi Kuswandi, atau lebih dikenal sebagai Andi Ralis. Dari ceritanya, dia sebenarnya cuma mau isi bensin karena motornya udah hampir kehabisan. Tapi ya itu… baru bisa sampai ke mesin pompa setelah nunggu hampir 40 menitan.
Andi bilang kalau kondisi badannya memang nggak kuat duduk lama. Dia rutin terapi dan kadang harus disuntik anti-nyeri. Jadi kebayang gimana nggak enaknya harus antre panjang sementara badan lagi nggak fit.
Belum lagi, antreannya sering sampai ke jalan raya dan bikin aktivitas warga lain terganggu. Ada anak sekolah yang telat, pekerja yang buru-buru tapi malah ketahan.
Isu Kendaraan “Bolak-Balik” Bikin Warga Makin Curiga
Menurut Andi, antrean panjang ini bukan cuma karena banyak yang beli. Dia dapat beberapa video dari warga lain yang nunjukkin kendaraan yang sama balik lagi ke antrean setelah ngisi. Ini yang bikin muncul kecurigaan ada permainan tertentu dari oknum pembeli atau bahkan oknum di SPBU.
Kalau benar ada yang ngisi berulang-ulang, jelas ini bikin warga biasa jadi makin susah dapat jatah BBM.
Videonya Viral, Ancaman Mulai Berdatangan
Meski banyak banget yang mendukung Andi karena merasa mengalami hal serupa, ternyata ada juga yang nggak suka dengan unggahannya. Bahkan, ada pesan ancaman ke dirinya dari akun anonim.
Ada satu ancaman yang lumayan menyeramkan, yaitu ancaman bakal “ditabrak Fuso”. Walaupun dari akun palsu, tetap saja bikin was-was. Andi cuma niat nyuarain unek-unek warga, tapi malah diintimidasi.
Sedikit SPBU untuk Banyak Warga
Karangnunggal punya penduduk hampir 70 ribu orang, tapi SPBU di sana jumlahnya terbatas. Nggak heran kalau antreannya mengular setiap hari. Andi juga bilang, apa yang ia unggah itu bukan buat cari sensasi, tapi murni karena kepedulian pada warga yang sering terhambat aktivitasnya.
Warga berharap ada solusi dari pihak terkait—entah itu penambahan kuota, pengawasan lebih ketat, atau penindakan terhadap praktik nakal yang diduga terjadi.
Hingga berita ini dibuat, pihak SPBU Karangnunggal dan Pertamina masih belum memberikan keterangan. Polisi pun diminta ikut turun tangan buat menyelidiki ancaman yang diterima oleh Andi Kuswandi.
Kontributor/Wartawan: Heri Heryanto












