SUARA SALIRA
DUKUNG TERUS SUARA SALIRA, DUKUNGAN SAHABAT, SEMANGAT BAGI KAMI. KLIK SAWERIA.CO/SUARASALIRA ---- SUARA SALIRA | 100 PERSEN NOSTALGIA | SIARAN RADIO INTERNET 24 JAM.

Parkir Karimun Ribut, DPRD Keras Ke PT MPK Tapi Sepi Soal PT MSM

SUARA SALIRA | KAB. KARIMUN – Isu pengelolaan parkir di Kabupaten Karimun kembali ramai diperbincangkan. Khususnya di area Pelabuhan Domestik BBC, urusan parkir ini seolah tak pernah sepi dari sorotan, baik dari media maupun dari para anggota DPRD Karimun.

Hingga beberapa waktu terakhir, kritik paling keras justru terus diarahkan ke PT MPK. Mulai dari soal aturan yang dinilai belum maksimal, sistem pungutan parkir, sampai fasilitas yang dianggap belum layak. Hampir setiap hari, nama PT MPK muncul dalam pemberitaan dengan berbagai catatan.

Tapi dari hasil penelusuran tim media di lapangan, pengelolaan parkir di Karimun ternyata bukan cuma dipegang oleh PT MPK saja. Ada juga PT MSM Tiga Matra Satria yang tercatat mengelola sekitar 51 titik lahan parkir. Nilai investasinya pun tidak kecil, kabarnya mencapai Rp5,5 miliar, dengan modal awal sekitar Rp2,2 miliar.

Di sinilah mulai muncul tanda tanya di tengah masyarakat. Banyak Sahabat bertanya-tanya, kenapa suara kritis dari para anggota dewan lebih sering diarahkan ke PT MPK, sementara PT MSM nyaris jarang disentuh kritik terbuka. Padahal, keduanya sama-sama bergerak di bidang pengelolaan parkir.

Bukan cuma soal pengelola, fasilitas parkir juga ikut jadi keluhan warga. Di kawasan Pelabuhan KPK yang dikelola PT Pelabuhan, sampai sekarang belum terlihat adanya atap pelindung kendaraan. Ditambah lagi, masih sering terdengar cerita helm warga yang hilang saat diparkir.

“Kenapa yang seperti ini jarang disuarakan?” begitu komentar yang sering terdengar dari warga dan Sahabat yang peduli dengan iklim investasi di Karimun. Mereka berharap kritik yang disampaikan bisa lebih adil dan menyeluruh, supaya tidak menimbulkan kesan tebang pilih.

Warga juga mengingatkan, jangan sampai kritik soal parkir ini malah ditangkap publik sebagai agenda tertentu yang ujung-ujungnya justru menghambat investasi. Harapannya sederhana, pengelolaan parkir di Karimun bisa dibenahi bersama, dengan aturan yang jelas dan perlakuan yang setara untuk semua pihak.

Kontributor/Wartawan: Edward Simanjuntak