SUARA SALIRA
DUKUNG TERUS SUARA SALIRA, DUKUNGAN SAHABAT, SEMANGAT BAGI KAMI. KLIK SAWERIA.CO/SUARASALIRA ---- SUARA SALIRA | 100 PERSEN NOSTALGIA | SIARAN RADIO INTERNET 24 JAM.

Hari Tuli Nasional Jadi Momen Kebersamaan di Ciamis

SUARA SALIRA | KAB. CIAMIS – Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis terasa berbeda pada Minggu, 11 Januari 2025. Ruangan tidak dipenuhi suara obrolan, namun suasananya justru hidup dan hangat. Gerakan tangan, ekspresi wajah, dan tatapan mata menjadi cara bercerita yang terasa lebih dalam dari sekadar kata-kata.

Momen tersebut hadir dalam peringatan Hari Tuli Nasional yang dikemas lewat seminar dan lokakarya bertema Hak dan Kesetaraan Tuli. Kegiatan ini bukan hanya acara rutin tahunan, tapi jadi ruang berkumpul untuk saling belajar, memahami, dan memperjuangkan kesetaraan bagi komunitas Tuli.

Sejumlah pembicara mengingatkan bahwa kesetaraan bukan soal dikasihani, tapi soal hak. Bukan soal apa yang kurang, melainkan bagaimana lingkungan bisa lebih ramah dan terbuka.

“Sering kali hambatan terbesar bukan di pendengaran, tapi di sikap dan sistem yang belum inklusif,” ungkap salah satu pemateri yang didampingi Juru Bahasa Isyarat.

Dalam diskusi tersebut, banyak hal penting dibahas. Mulai dari pendidikan yang lebih ramah bagi Tuli, peluang kerja tanpa stigma, hingga pentingnya kehadiran Juru Bahasa Isyarat di layanan publik seperti rumah sakit dan kantor pemerintahan.

Yang paling bikin hangat, suasana akrab terasa saat sesi interaksi berlangsung. Peserta dari berbagai latar belakang terlihat mencoba bahasa isyarat dasar. Ada yang masih kikuk, ada yang tertawa, tapi semua menikmati proses belajar bersama. Momen sederhana ini jadi bukti kalau bahasa isyarat bisa jadi jembatan yang mendekatkan banyak perbedaan.

Kehadiran perwakilan generasi muda berprestasi, termasuk Mojang dan Jajaka daerah, menambah warna tersendiri. Pesannya jelas, isu kesetaraan Tuli bukan cuma urusan komunitas tertentu, tapi tanggung jawab bersama, termasuk generasi muda.

Lewat peringatan Hari Tuli Nasional ini, Sahabat diingatkan bahwa setiap orang punya suara, meski tidak selalu terdengar oleh telinga. Ada suara di tangan, di ekspresi, dan di ketulusan hati.

Harapannya, peringatan ini tidak berhenti sebagai acara, tapi berlanjut jadi langkah nyata. Komunitas Tuli berharap akses komunikasi yang setara benar-benar diwujudkan di berbagai layanan publik.

Mungkin dunia terasa sunyi bagi sebagian orang, tapi semangat untuk setara justru terdengar paling lantang. Tinggal bagaimana Sahabat semua mau ikut membuka ruang dan belajar memahami.

Kontributor/Wartawan: Heri Heryanto