SUARA SALIRA | KAB. CIAMIS – Sahabat, jagat media sosial kembali ramai pada Januari 2026. Kali ini, sorotan tertuju pada sosok Kepala Desa Saguling, Kabupaten Ciamis, yang dikenal luas dengan julukan Kuwu Edan. Bukan tanpa alasan, aksinya saat mendampingi warganya di rumah sakit sukses menyita perhatian publik.
Dalam video yang beredar luas, Kuwu Saguling atau Otong Sutarman terlihat menyuarakan kekesalannya terkait denda BPJS Kesehatan yang harus dibayar oleh salah satu warganya. Warga tersebut adalah keluarga dari seorang balita yang tengah menjalani perawatan inap.
Masalah bermula ketika BPJS Kesehatan milik pasien diketahui tidak aktif akibat tunggakan. Tunggakan itu kemudian dibayarkan dengan nominal sekitar Rp450.000. Namun, yang membuat Kuwu Saguling terkejut, muncul denda layanan rawat inap dengan nilai lebih dari Rp1.500.000.
Menurut Otong, angka tersebut terasa berat dan sulit diterima, apalagi bagi warga dengan kondisi ekonomi pas-pasan. Ia menyampaikan keberatannya secara langsung di meja administrasi rumah sakit, sambil mempertanyakan logika di balik besarnya denda tersebut.
Tak hanya berhenti di sana, Kuwu Saguling juga memperlihatkan kondisi balita yang sedang dirawat. Sang ibu terlihat setia mendampingi anaknya yang terbaring dengan selang infus. Momen itu menjadi gambaran nyata bahwa yang sedang dihadapi bukan sekadar urusan administrasi, melainkan soal kesehatan dan keselamatan.
Otong berharap aturan denda BPJS Kesehatan bisa dikaji ulang, khususnya untuk kasus rawat inap bagi warga yang sebelumnya menunggak. Ia menilai, niat masyarakat untuk mengaktifkan kembali BPJS seharusnya mendapat kemudahan, bukan justru tambahan beban.
Aksi tersebut langsung menuai beragam reaksi. Banyak Sahabat netizen yang memberikan dukungan dan menilai langkah Kuwu Saguling sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap warganya. Di sisi lain, muncul pula diskusi luas soal sistem denda BPJS yang dinilai masih perlu pembenahan.
Hingga kabar ini disiarkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak BPJS Kesehatan maupun rumah sakit terkait peristiwa tersebut. Namun satu hal yang pasti, suara dari Desa Saguling kini ikut menggema di ruang publik.
Kontributor/Wartawan: Heri Heryanto












