SUARA SALIRA | KAB. CIAMIS – Awal tahun 2026 menjadi momen tak terlupakan bagi Kedai Durian Kujang yang berada di wilayah Cikoneng, Kabupaten Ciamis. Di tengah ramainya perbincangan soal polemik sewa lahan yang viral di media sosial, kedai durian ini justru ramai diserbu pengunjung.
Pantauan SUARA SALIRA di lokasi pada Minggu, 4 Januari 2026, suasana kedai terlihat padat sejak pagi hari. Pengunjung datang silih berganti, baik dari wilayah Ciamis maupun luar daerah, untuk menikmati durian yang sudah dikenal kualitasnya.
Aroma durian yang khas seolah menutupi riuhnya isu lahan yang belakangan mencuat. Bagi pengunjung, rasa dan kualitas buah menjadi alasan utama mereka tetap datang, tanpa terlalu memikirkan persoalan yang sedang dihadapi pengelola.
“Saya ke sini memang niat makan durian, soalnya rasanya sudah terkenal. Kalau soal lahan, itu urusan yang punya usaha. Kami sebagai pembeli cuma ingin menikmati durian yang enak,” ujar Bobi, pengunjung asal Jakarta yang datang bersama keluarganya.
Di balik ramainya suasana dan transaksi yang terus berjalan, tersimpan kisah haru dari Nunung, seorang juru parkir yang sehari-hari menggantungkan hidupnya di area kedai tersebut. Dengan rompi oranye dan jas hujan plastik, ia setia mengatur keluar masuk kendaraan pengunjung di tengah cuaca mendung.
Bagi Nunung, ramainya Kedai Durian Kujang bukan sekadar keramaian biasa. Tempat itu menjadi sumber nafkah utama untuk keluarganya. Polemik sewa lahan yang mencuat membuatnya tak bisa menyembunyikan rasa cemas.
“Saya cuma berharap kedai ini tetap buka. Dari sini saya bisa makan dan menghidupi keluarga. Kalau sampai tutup, saya bingung harus kerja apa lagi,” tutur Nunung dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di sela aktivitasnya.
Meski masa depan kedai masih dibayangi ketidakpastian akibat persoalan lahan, dukungan pengunjung di awal tahun 2026 ini menjadi secercah harapan. Tak hanya bagi pengelola, tetapi juga bagi para pekerja kecil yang menggantungkan hidupnya di sana.
Banyak pihak berharap polemik sewa lahan tersebut bisa segera menemukan titik temu terbaik. Dengan begitu, Kedai Durian Kujang dapat terus bertahan sebagai destinasi kuliner favorit sekaligus menjadi sumber rezeki bagi banyak orang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola diketahui masih berupaya melakukan negosiasi terkait status lahan. Sementara itu, jumlah pengunjung diperkirakan masih akan terus meningkat hingga berakhirnya masa libur tahun baru.
Kontributor/Wartawan: Heri Heryanto












