SUARA SALIRA | KOTA MEDAN – Pada Kamis, 13 November 2025, tim dari Perusahaan Pupuk Organik Benteng Tani yang dipimpin Direktur Utama Robinhat Sitepu, ditemani Manager Produksi Stepanus Barus dan Manager Administrasi Listana Purba, hadir di acara yang digelar Konsulat Jenderal Malaysia di Jalan Diponegoro, Medan. Acaranya mengangkat tema santai tapi penting: Kerjasama Perdagangan Malaysia dan Indonesia.
Kegiatan dibuka langsung oleh Konsul Jenderal Malaysia, Tuqn Shahril Nizam Abdul Malek. Beliau menyoroti kalau peluang kerja sama antara Indonesia, khususnya Sumatera Utara, dan Malaysia itu sangat besar. Selain dekat secara geografis, hubungan dagang keduanya juga gampang berkembang karena punya nilai ekonomi yang saling dukung. Konsulat Malaysia pun menegaskan mereka siap menjembatani para pelaku usaha dari dua negara supaya bisa membangun kerja sama yang makin solid.

Di sesi berikutnya, Ketua KADIN Sumut, Firsal Dida Mutyara, tampil memberikan presentasi soal potensi bisnis di Sumatera Utara. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah rencana pembangunan Kawasan Industri Sumatera (KIS) seluas 2.500 hektare di Kabupaten Batubara, tak jauh dari Pelabuhan Internasional Kuala Tanjung. Kawasan ini dirancang modern, lengkap dengan fasilitas smart city, dan diperuntukkan bagi investor atau pengusaha yang ingin mendirikan pabrik, gudang, atau fasilitas industri lain.

Firsal juga menginformasikan bahwa proses perizinan dan regulasi nantinya bakal dipermudah, ditambah lagi ada keuntungan zero tax daerah khusus untuk kawasan industri tersebut. Info ini juga diperkuat oleh perwakilan Pemerintah Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, yang menyatakan dukungan penuh untuk investasi baru.

Antusiasme peserta dari Indonesia dan Malaysia sangat terasa. Banyak yang bertanya, berdiskusi, sampai saling bertukar kontak. Ini jadi langkah awal yang bagus buat membuka peluang usaha ke depan.
Tim Benteng Tani yang dipimpin Robinhat Sitepu juga memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari kemungkinan kerja sama lintas negara, terutama untuk bidang pupuk organik.
Kontributor/Wartawan: Andrian




